Sisi Negatif dan Positif Bekam

Sisi negatif dan positif bekam Foto: wikipedia

Bekam adalah pengobatan yang sering dilakukan pada zaman dulu, tepatnya pada zaman kerajaan Sumeria dan berkembang ke seluruh pelosok negeri sampai Babilonia, Mesir, dan Persia. Bekam itu sendiri adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah dengan cara ditarik keluar dari kulit. Darah yang ditarik adalah darah yang diyakini memiliki toxin atau racun yang berbahaya bagi tubuh.

Pada awalnya, bekam dilakukan dengan lintah sebelum ditemukannya mangkok penyedot darah seperti sekarang ini.Pernah suatu fenomena ketika negara Cina mengekspor lintah dalam jumlah yang sangat besar, jumlah lintah tersebut sekitar 40 juta lintah ke negara Eropa, Prancis. Lintah menjadi populer dan merupakan bisnis yang menjanjikan pada zaman tersebut.

Manfaat Bekam menurut Medis

Semua orang meyakini bahwa bekam dapat meringankan gejala kecapekan seperti nyeri otot dan bekam bermanfaat dalam mempertajam penglihatan. Tak hanya manfaat dari segi fisik, tapi ternyata bekam mampu membuat emosi seseorang menjadi lebih stabil.

Menurut Dr. Wadda Umar, pada proses pembekaman di titik bekam tertentu akan terjadi kerusakan sel mast dan sel lainnya pada kulit, termasuk jaringan lemak bawah kulit, dan otot. Kerena kerusakan ini, beberapa respon imun akan menjadi aktif dan juga mengeluarkan beberapa zat seperti serotonin, histamin, dan bradikinin. Zat-zat inilah yang akan menyebabkan melemasnya otot dan mengurangi ketegangan otot kerena proses dilatasi pembuluh kapiler. Suplai darah di otot akan meningkat, dan asam laktat yang merupakan penyebab nyeri otot akan berkurang.

Pada titik bekam di sekitar kepala, yaitu di sekitar tulang belakang hingga kepala , akan meningkatkan terbentuknya produksi endrophin secara masal, hormon endorphin ini adalah analgesik alami tubuh. Jika di dalam darah banyak endorphin, maka rasa nyeri di seluruh tubuh bisa berkurang.

Bagi orang gemuk, bekam dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Ini sama halnya dengan manfaat donor darah. Sebuah studi menunjukan bahwa orang yang sering mendonasikan darahnya secara rutin akan sangat jarang terkena serangan jantung dan terkena penyakit pembuluh darah.

Baca juga:

Bahaya Bekam

Bekam memang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, namun ternyata ada beberapa bahaya yang terjadi selama proses pembekaman. Berikut ini adalah beberapa bahaya bekam:

1. Pingsan

Pingsan dapat terjadi karena bekam menarik darah keluar dari tubuh, jika seseorang banyak mengeluarkan darah selama proses bekam. Maka otak akan kekurangan suplai darah dan akan ambruk pingsan untuk mengembalikan suplai darah ke otak. Pingsan dapat kembali reda setelah beberapa menit jika darah yang mensuplai otak kembali ke keadaan normal.

2. Anemia

Telah kita ketahui bahwa wanita akan mengeluarkan sejumlah darah selama haid. Bagi seorang wanita yang sedang menjalani masa haid, sangat tidak dianjurkan untuk melakukan bekam, karena bekam bisa memperburuk anemia yang terjadi selama haid. Untuk itu tablet penambah darah juga diperlukan agar anemia bisa teratasi setelah bekam.

3. Mengganggu perkembangan bayi

Makanan utama bayi adalah zat makanan yang diberikan oleh ibu melalui darah melewati plasenta atau tali pusat. Dapat dipastikan bahwa jika ibu kekurangan darah, maka janin yang dikandungnya pun akan kekurangan darah yang membawa nutrisi untuk perkembangannya. Artinya, berbekam tidak dianjurkan juga untuk ibu hamil.

4. Membahayakan Penderita diabetes

Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula dalam darah sangat tinggi diatas normal. Kondisi diabetes menyebabkan kurangnya nutrisi pada jaringan-jaringan dalam tubuh. Akibatnya dalam proses bekam yang menggunakan sayatan, luka bekas sayatan akan sukar untuk sembuh. Jadi, bagi penderita diabetes, tindakan berbekam sangat tidak dianjurkan.

Baca juga:

Demikianlah sisi positif dan negatif dari metode pengobatan bekam. Bekam memanglah suatu pengobatan yang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, namun kita harus berhati-hati juga dengan kerugian dari bekam dengan mencoba meminimalisir dari bahaya berbekam. Berkonsultasilah dengan ahli bekam atau dokter sebelum Anda ingin melakukan bekam untuk hasil yang maksimal dan menghindari efek negatifnya.