Pak Polisi Harus Hati-hati terhadap Asfiksia Posisional, BAHAYA!

Pak Polisi Harus Hati-hati terhadap Asfiksia Posisional, BAHAYA!

Polisi biasanya menangkap seorang kriminal dengan teknik tertentu. Tanpa disadari, polisi sangat berpotensi membunuh perilaku kriminal jika melakukan pengekangan terhadap pelaku kriminal dengan cara yang keliru. Tehnik penangkapan atau restrain oleh polisi yang keliru dapat menyebabkan asfiksia posisional. Apa itu asfiksia posisional?

Definisi Asfiksia Posisional

Asfiksia adalah kehilangan kesadaran yang disebabkan oleh ketidak cukupan oksigen di dalam aliran darah. Dalam ilmu forensik, asfiksia adalah masalah umum yang terjadi karena  adanya masalah dalam menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.

Untuk bertahan hidup, manusia harus mengkonsumsi oksigen, mengantarkannya ke jaringan tubuh, dan menggunakannya sebagai energi.

Penyebab Asfiksia

Beberapa penyebab asfiksia adalah:

  1. Ketidakmampuan untuk bernapas
    1. Udara yang tidak ada oksigen
    2. Aspirasi
    3. Tersedak
    4. Infeksi
    5. Tumor
    6. Trauma
    7. Dahak
    8. Bronkospasme
    9. Kompresi dada
    10. Posisi tubuh
  2. Asfiksia kimia:
    1. Karbonmonoksida
    2. Sianida

Asfiksia Posisional

Asfiksia posisional atau asfiksia pustural adalah salah satu jenis asfiksia. Jenis asfiksia ini terjadi ketika posisi tertentu menghambat proses bernapas. Asfiksia ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan kematian mendadak selama pengekangan oleh polisi, penjara, militer, atau bahkan pekerja medis. Asfiksia posisional tidak hanya menyebabkan kematian bagi orang dewasa, namun juga anak-anak dan bayi.

Beberapa teknik pengekangan fisik dapat menyebabkan asfiksia. Ini sangat berbahaya bahwa teknik ini harus dihindari oleh petugas kepolisian, militer, dan profesi yang lainnya.

Seseorang bisa meninggal dunia karena asfiksia posisional karena mereka tidak bisa melawan kekangan yang menyebabkan kegagalan bernapas. Asfiksia ini juga dapat terjadi karena kelalaian, atau orangtua yang meletakkan bayi dalam posisi yang tidak bagus, ketika mulut dan hidung terbendung, dan otot dada tidak bisa mengembang sempurna.

Apa yang Menyebabkan Kematian?

Sebuah studi menunjukkan bahwa mengekang seseorang dengan posisi tengkurap menyebabkan ketidak mampuan bernapas dibandingkan dengan posisi berbaring. Sekarang banyak institusi yang melarang personel nya untuk melakukan pengekangan dengan posisi tengkurap. Jika memang harus dalam posisi tengkurap, posisi tersebut harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Faktor yang dapat meningkatkan kematian pada asfiksia posisional adalah:

  • Kekangan yang terlalu lama
  • Kegemukan
  • Masalah pada jantung dan paru
  • Menindih orang yang sedang dikekang.

Riset menunjukkan bahwa melakukan penangkapan dengan melipat bagian tubuhnya dan menindih nya berakibat  fatal bagi paru-paru. Ini lebih berbahaya dibandingkan dengan hanya membiarkan orang tersebut dalam posisi tengkurap.

Posisi Selain Tengkurap?

Asfiksia pustural tidak hanya untuk posisi tengkurap. Contohnya, posisi duduk. Jika seseorang didorong ke arah depan dengan mengarahkan dada ke paha sedekat mungkin, posisi ini juga menurunkan kemampuan bernafas dan berpotensi kematian. Angka kematian  ini pun akan semakin meningkat jika orang yang dikekang:

  • Obesitas
  • Bentuk pinggang yang besar.

Pertolongan Jantung Paru

Asfiksia pustural semakin mematikan jika tidak ada pertolongan pertama yang memadai. Pertolongan jantung paru pada orang yang mengalami henti jantung karena pengekangan akan menjadi sangat sulit. Bahkan dalam beberapa kasus dimana subjek diberikan perawatan oleh paramedik, pertolongan gagal dan pasien meninggal.

Masalah utama pada asfiksia posisional adalah asidosis. Jadi dokter harus memperbaiki kondisi asidosis beserta pertolongan jantung paru.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, metode ini cukup efektif.

Pustural Asfiksia dalam Perdebatan

Asfiksia pustural mengundang kontroversi bagi para ahli mengenai posisi seperti apa yang benar-benar menghambat proses bernapas. Beberapa studi menunjukkan bahwa efek pengekangan dalam proses bernapas dan tingkat oksigen di dalam darah telah dibatasi.

Riset lainnya mengatakan bahwa kematian karena  asfiksia posisional sebenarnya terjadi karena korban dikekang dalam waktu yang cukup lama.

Asfiksia Posisional karena Kecelakaan atau Penyakit

Pada kasus kecelakaan dan penyakit, asfiksia posisional sangat mungkin terjadi. Sebagai contoh; kejang dan terjatuh. Bagi bayi, yang paling sering terjadi adalah adanya kelalaian oleh orang tua yang meletakkan anak mereka dalam posisi tengkurap (bayi bawah 3 bulan) dimana mulut dan hidung bayi tertutup dan ia kesulitan untuk mengubah posisinya.

Penutup

Asfiksia posisional adalah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pernapasan karena berbagai sebab, salah satunya adalah adanya pengekangan yang dilakukan oleh polisi ketika menangkap seorang kriminal.  Teknik pengekangan yang tidak pas akan menyebabkan seseorang meninggal dalam seketika. Jadi, para polisi, tentara, pekerja medis, bahkan orang awam sekalipun sangat tidak dianjurkan melakukan pengekangan dengan cara yang telah dijelaskan di atas.