Kenapa Qurban Disunnahkan?

kenapa qurban disunnahkan Sumber Gambar: pexels.com

Qurban adalah kata yang berasal dari bahasa Arab yang artinya mendekatkan diri kepada Allah, menghadap ridho-Nya dengan cara memberikan atau menyerahkan segala sesuatu yang kita miliki hanya karena Allah. Sedangkan secara istilah, qurban dapat diartikan sebagai menyembelih hewan ternak (domba, kambing, unta, atau sapi) pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah hari raya idul adha dan pada hari tasyriq. Pada haji sebelum hadyu. Lalu daging qurban dibagikan secara mentah kepada semua kaum m0slim yang berhak menerimanya.

Qurban memiliki keistimewaan bagi umat m0slim, karena perintah berqurban memiliki rahasia yang bisa kita ungkap. Ini berkaitan dengan kenapa Allah memerintahkan hewan ternak seperti kambing, domba, unta, dan juga sapi sebagai hewan untuk qurban. Kenapa bukan daging ayam saja atau ikan? Mari kita simak lebih lanjut.

Daging Merah

Daging dapat terbagi menjadi dua, yaitu daging merah dan daging putih, ini pembagian berdasarkan warnanya. Daging merah biasanya ditemukan pada hewan ternak yang di syariatkan untuk dijadikan hewan qurban. Sedangkan daging putih adalah daging yang biasa kita temukan di daging hewan unggas dan ikan.

Daging merah
Sumber Gambar: pexels.com

Daging merah ini kenapa warnanya menjadi merah? Ini dikarenakan dipengaruhi oleh warna yang berasal dari protein mioglobin yang terdapat dalam otot. Jadi, mioglobin berwarna merah segar karena daging merah sangat baik kandungan oksigennya. Mioglobin dan hemoglobin adalah berbeda, kerena hemoglobin adalah pengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, sedangkan mioglobin adalah penyimpan oksigen tersebut di dalam sel-sel.

Pada umumnya kelompok daging merah mempunyai kadar mioglobin yang lebih banyak. Contohnya adalah kandungan mioglobin dalam daging sapi ada sekitar 8 miligram per gram daging sapi, kambing atau domba adalah sebesar 6 miligram, dan unggas atau ikan kadarnya jauh berbeda yaitu sekitar 1 – 3 miligram. Kadar mioglobin berkaitan dengan kadar heme-iron yang dimiliki oleh hewan.

Jika dibandingkan dengan nonheme-iron yang ada dalam makanan nabati, heme-iron lebih cepat diserap oleh tubuh yaitu dengan perbandingan 5% : 25%. Ini artinya bahwa heme-iron lebih mampu untuk membantu proses metabolisme energi dan meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan pertahanan tubuh, serta menolong jenis obat tertentu untuk dilarutkan dalam tubuh.

Daging merah juga memiliki vitamin B12 dengan kadar 1,4 mg per 100 gram daging sapi. Meskipun kadarnya tidak terlalu banyak, namun ia sudah mampu menutup kebutuhan harian tubuh akan vitamin B12. Kebutuhan vitamin ini dari usia balita hingga dewasa adalah sekitar 0,1 mg sampai 1 mg saja per harinya, tapi bagi wanita hamil mesti memerlukan vitamin B12 yang esktra tambahan sebanyak 0,3 mg per hari. Nama lain dari vitamin B12 adalah vitamin kobalamin, kobalamin ini adalah vitamin yang sangat penting untuk meningkatkan mutu dalam proses belajar. Pernah dilakukan penelitian yang dilakukan oleh Roger di Guatemala pada 533 anak sekolah dengan usia 8 hingga 12 tahun mendapati mereka kurang vitamin kobalamin, dan mereka memperoleh nilai yang tidak memuaskan dalam sebuah tes neuropsikososial terhadap persepsi, memori, dan pemikiran, dan juga sering mendapat masalah dalam urusan bidang akademik. Hal ini sangat bertolak belakang dengan anak yang memiliki kadar vitamin kobalamin yang cukup.

Penelitian yang lain yang dilakukan di Kenya, dimana terdapat 80, 7 % anak usia sekolah dasar kekurangan vitamin kobalamin, dengan pemberian makanan dengan lauk daging dan susu yang diberikan di sekolah menunjukan hasil yang memuaskan yaitu penurunan masalah kekurangan vitamin kobalamin ini secara nyata, dengan demikian anak-anak juga semakin cerdas dan pintar.

Baca juga:

Penelitian selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan di Australia, tepatnya di Deakin University, Victria oleh seorang peneliti bernama Felice Jacka. Ia meneliti lebih dari seribu wanita yang ingin mencoba mengubah pemenuhan protein yang asalnya dari daging merah ke daging putih. Hasilnya sangat mengejutkan, para wanita yang sedikit memakan daging merah memiliki dan berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Ini ada jelas ada kaitannya tanpa mengesampingkan faktor lain seperti menu makanan, status sosial, ekonomi, mer*kok, olah raga, berat badan, dan juga umur.

Dari 3 penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa daging merah mempunyai peran yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, tak hanya itu daging merah juga menambah kemampuan otak. Jelas sudah nutrisi yang sangat hebat di daging merah, yang pada intinya daging merah tak dapat tergantikan. Semoga dengan informasi ini dapat menambah iman kita, dan memotivasi kita untuk juga ikut berqurban.