Kenapa kencing harus jongkok?

Kenapa kencing harus jongkok

Bagi seorang laki-laki, buang air kecil dengan posisi berdiri adalah hal yang sangat umum dilakukan. Sedangkan wanita hampir selalu buang air kecil dengan berjongkok. Bahkan toilet yang diperuntukkan untuk laki-laki pun dibuat agar laki-laki kencing berdiri. Namun apa jadinya jika kebiasaan kencing berdiri pada laki-laki ada bahayanya? Manfaat kencing jongkok apa? dan kenapa kencing harus jongkok?

Apa sebenarnya yang mendasari seseorang tidak boleh kencing berdiri?

Hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw tidak pernah kencing berdiri. Di hadist lain Aisyah juga mengatakan bahwa nabi Muhammad tidak pernah lagi kencing berdiri sejak Alquran diturunkan kepadanya.

Mungkin bagi seorang laki-laki, jika kencing berdiri akan terkesan aneh karena laki-laki terbiasa kencing berdiri. Kencing berdiri memang praktis dilakukan dan tidak begitu repot berjongkok. Faktanya, kencing berjongkok lebih sehat. Berikut ini adalah ulasannya.

Manfaat medis kencing sambil jongkok

Manfaat kencing secara jongkok telah terbukti mengurangi risiko kanker prostat dan mampu meningkatkan kesehatan kelamin laki-laki. Inilah beberapa manfaat yang mesti Anda ketahui:

  1. Dengan posisi jongkok, kandung kemih akan dalam posisi tertekan dan terperas. Hal ini menyebabkan kencing dapat keluar dengan sempurna dan tanpa sisa. Kandung kemih yang kosong akan sangat baik untuk menjaga kesehatan prostat dari kanker. Untuk lebih maksimal dalam mengeluarkan kencing dari kandung kemih, usahakan untuk batuk-batuk kecil.
  2. Pada umumnya, jika kencing dalam posisi jongkok akan menyebabkan pergerakan usus untuk mengeluarkan gas sisa dalam tubuh (kentut). Jadi, hanya dengan berjongkok saat kencing, maka gas sisa yang tidak berguna di dalam sistem pencernaan dapat dibuang.
  3. Kondisi seperti ini sudah pasti jarang ditemui jika laki-laki bahkan perempuan jika tidak jongkok saat kencing.
    Jika kencing dengan berdiri, biasanya ada sebagian kecil urin atau kencing yang masih tertinggal di dalam saluran pembuangan. Jika hal ini dibiarkan, maka akan memicu penyakit sistem urinari seperti kencing batu dan infeksi saluran kencing bawah hingga atas.
  4. Pada posisi jongkok, otot-otot pangkal paha dan kaki akan menjadi rileks dan tidak tegang. Berbeda dengan posisi berdiri yang mengharuskan otot kaki lebih bekerja maksimal dan menggunakan energi ekstra. Otot bagian anus juga mengalami relaksasi dan memudahkan dalam proses pembuangan gas.
  5. Posisi jongkok juga memberikan rasa aman dan nyaman karena semua isi kandung kemih dikeluarkan. Dengan jongkok, maka Anda akan tetap bersih dan aman dari cipratan air kencing yang tidak Anda ketahui.
  6. Jika seseorang kencing dengan berdiri, ketika shalat dalam posisi ruku atau sujud akan menyebabkan keluarnya sisa kencing. Jika hal demikian terjadi, maka shalatnya akan batal.
  7. Demikianlah manfaat kencing sambil jongkok. Itulah kenapa Rasulullah saw melarang umatnya untuk kencing berdiri. Bagi m0slim yang menjalankan shalat, pada posisi ruku dan sujud akan bisa keluar air kencing sisa tanpa disadari. Hal demikian akan menyebabkan shalatnya batal dan tidak bisa dilanjutkan lagi karena shalat harus bersih dan suci dari hadas besar dan kecil.

Rasulullah saw sering mengingatkan umatnya dalam hadist-nya “Hati-hati dalam masalah kencing karena siksa kubur terjadi karena kencing tidak hati-hati” Sangat dianjurkan untuk kita menjaga adab-adab dalam buang air kecil dan menegakkan sunnah nabi Muhammad saw agar mendapatkan manfaat kesehatan yang baik bagi kita. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda akan mengubah posisi kencing berdiri dengan berjongkok yang sudah menjadi kebiasaan Anda?