Apakah Hantu Benar-benar Ada? (Dijelaskan Secara Ilmiah)

Apakah Hantu Benar-benar Ada? (Dijelaskan Secara Ilmiah)

Jika Anda percaya adanya hantu, Anda bukan orang satu-satunya yang percaya. Semua kebudayaan di seluruh dunia percaya akan adanya hantu yang bangkit dari kematian dan hidup di kehidupan nyata. Faktanya hantu-hantu merupakan kepercayaan, jutaan orang di seluruh dunia sangat tertarik semua hal tentang hantu.

Hantu telah menjadi bahan pembicaraan yang populer sejak dulu hingga sekarang, begitu banyak cerita hantu yang tak terhitung jumlahnya. Termasuk cerita-cerita bertemu hantu, pengalaman mati suri, hingga kemampuan berkomunikasi dengan roh atau hantu.

Banyak orang telah mencoba (mengklaim) dirinya mampu berkomunikasi dengan hantu

Sampai sekarang, banyak kepercayaan mengatakan bahwa hantu mampu bergentayangan di seluruh dunia. Bahkan ada yang membuat acara televisi seperti “Ghost Hunter”, uji nyali, dan acara televisi lainnya. Sulit dipercaya acara seperti itu sangat populer disaksikan oleh masyarakat, hal ini karena segala yang berhubungan dengan hantu mengundang rasa ingin tahu.

Kepercayaan orang mati yang masih bergentayangan di antara kita adalah kepercayaan kuno; banyak yang merasa nyaman dengan kondisi ini; misalnya kepercayaan bahwa kerabat yang sudah meninggal masih menyaksikan kehidupan orang yang ditinggalkannya, dan hantu telah dilihat atau dirasakan dari berbagai kondisi yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat.

Hantu secara logika dan ilmiah

Pengalaman seseorang bertemu atau melihat hantu belum bisa dipercaya sepenuhnya, namun bagaimana menurut ilmu pengetahuan ilmiah tentang hantu? Pasti Anda juga sangat ingin tahu akan fenomena ini, bukan? Hal yang paling sulit dalam menginvestigasi adanya hantu adalah adanya perbedaan jenis, bentuk, dan setiap hantu di setiap kota, daerah, dan desa pasti berbeda-beda. Tidak ada persamaan persepsi seperti apa bentuk hantu tersebut. Beberapa orang percaya bahwa hantu adalah roh yang tersesat dari alamnya, di lain hal ada juga yang mengklaim bahwa hantu adalah hanyalah proyeksi dunia pikiran.

Beberapa orang menciptakan hantu-hantu berdasarkan kategori dan bentuk seperti siluman, roh jahat, dan bayangan. Pastinya semua hal itu dibuat berdasarkan spekulasi dari pikiran manusia itu sendiri.

Kepercayaan adanya hantu ini menuai kontroversi.

Hantu itu nyata atau tidak? Hantu bisa menembus tembok, atau ia bisa menggedor pintu bahkan melempar benda-benda. Secara logika, ini disimpulkan bahwa hantu adalah objek yang ada dan tiada. Jika hantu adalah roh manusia, kenapa mereka nampak menggunakan pakaian serba putih, menggunakan topi, atau gaun putih.

Jika memang hantu adalah roh orang mati penasaran, kenapa kenapa ada kasus kejahatan yang tidak bisa mengungkapnya, katanya hantu bisa berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup, dan kenapa ia tidak mampu mengidentifikasi siapa pelaku kejahatan kepada polisi?

Apakah Anda tahu acara televisi yang menguji nyali? Pemburu hantu dan lainnya? Sebagai contoh, para pemburu hantu menggunakan metode yang sangat kreatif untuk mendeteksi keberadaan hantu, mereka menggunakan media fisika. Secara virtual semua pemburu hantu mengklaim bahwa ini adalah metode ilmiah yang bisa menangkap hantu, dan banyak dari mereka telah mengambil gambar penampakan-penampakan karena mereka menggunakan peralatan berteknologi tinggi seperti Geiger counter, detektor elektromagnetic feild (EMF), detektor ion, kamera infra merah dengan sensitif microphone. Namun, faktanya tidak ada yang berhasil menangkap penampakan hantu.

Sedangkan beberapa paranormal melakukan pendekatan yang sebaliknya, mengklaim bahwa alasan hantu tidak bisa dibuktikan adalah karena manusia tidak memiliki teknologi yang benar-benar mampu mengambil gambar hantu. Namun teori ini juga keliru. Jika hantu benar-benar ada dan bisa dibuktikan dengan cara ilmiah (bisa direkam, difoto, dan ditangkap) tapi hantu memang benar-benar tidak ada. Jika hantu ada dan bisa dideteksi dengan teknologi canggih, lalu kita harus benar-benar membuktikannya, namun kenyataanya kita tidak bisa membuktikannya juga, bukan? Jika hantu memang ada dan tidak bisa ditangkap dengan teknologi saat ini, kemudian semua foto, video, dan semua rekaman yang mengklaim bahwa itu hantu belum tentu itu benar-benar hantu.

Dengan banyaknya teori kontradiksi dan sangat sedikitnya bukti ilmiah ini, maka sudah dapat dipastikan bahwa hantu memang tidak ada. Semua usaha para pemburu hantu tidak membuahkan hasil sampai sekarang.

Kenapa banyak yang percaya hantu?

Banyak orang percaya keberadaan hantu bisa ditemukan tanpa perlu memahami ilmu fisika modern. Albert Einstein menemukan sebuah penemuan ilmiah keberadaan hantu; jika energi tidak bisa diciptakan atau dihancurkan, namun energi tersebut hanya berubah bentuk, apa yang terjadi jika energi tubuh kita ketika kita meninggal? Bisakah itu dimanifestasikan sebagai hantu?

Jawabannya sangat mudah, dan tidak semuanya misterius dan membingunkan. Setelah seseorang meninggal, energi di tubuhnya akan pergi kemana semua energi organisme pergi setelah kematian; ke suatu lingkungan tertentu. Energi akan dilepaskan dalam bentuk panas, dan ditransfer ke hewan yang memakan kita ( hewan liar jika kita tidak dikubur, atau cacing-cacing dan bakteri jika kita dikebumikan), dan tumbuhan yang menyerap kita. Tidak ada energi kehidupan yang akan selamat dari kematian untuk dideteksi dengan alat pendeteksi hantu apa pun

Ketika pemburu hantu berusaha mencari hantu mereka pasti mengikutsertakan kebudayaan masyarakat sekitar, atau legenda. Jadi, ketika mereka mengetahui budaya dan legenda di daerah tertentu, maka sangat mudah bagi mereka untuk berakting kerasukan, berkomunikasi dengan hantu atau lainnya.

Dalam buku yang ditulis oleh Bill Ellis, Aliens, Ghosts, and Cults: Legends we live mengatakan bahwa para pemburu hantu sangat serius dan menantang kekuatan supranatrual, menghadapi ketakutan mereka. Tujuan dari aktivitas memburu hantu tersebut bukanlah suatu hiburan namun ini adalah usaha untuk menguji dan menentukan dunia yang sesungguhnya.

Jika hantu benar-benar ada, dan ada beberapa energi yang tidak diketahui, kemungkinan keberadaan hantu bisa di verifikasi oleh ilmuwan.

Pada akhirnya kumpulan foto, suara, dan video ambigu tidak bisa membuktikan bahwa itu adalah hantu. Kemungkinan ada dua alasan para pemburu hantu mencari bukti adanya hantu. Pertama, hantu tidak ada, dan laporan adanya hantu bisa dijelaskan secara psikologi, salah persepsi, kekeliruan, dan hoax. Kedua, jika hantu ada, berarti para pemburu hantu yang tidak kompeten dan tidak mampu menemukannya.

Akhirnya, perburuan hantu tidak menghasilkan bukti. Namun, ini hanyalah untuk seru-seruan menceritakan kisah, dan rasa bahagia berpura-pura mencapai suatu ujung yang tak diketahui. Jadi, semua orang sangat menyukai kisah hantu.