Albumin: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Albumin Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Albumin merupakan suatu protein yang ada di dalam darah. Fungsi dari albumin ini adalah sebagai pengatur tekanan osmotik darah. Albumin ini adalah protein yang dihasilkan oleh hati. Albumin tentunya sangat penting dalam tubuh.

Fungsi

Infus Albumin berwarna kuning cerah

Secara singkat, fungsi dari albumin bagi manusia adalah sebagai:

  • Penyeimbang cairan tubuh
  • Menjaga darah tidak merembes keluar dari pembuluh darah.

Pada kondisi tertentu, albumin di dalam darah manusia dapat berkurang jumlahnya, sehingga ia memerlukan suplemen albumin yang diinfuskan masuk ke dalam pembuluh darah. Adapun berbagai kondisi yang menyebabkan seseorang kekurangan albumin adalah kondisi seperti gangguan ginjal, hati, peradangan, atau kekurangan gizi.

Cairan albumin memiliki fungsi yang sangat mirip dengan albumin asli manusia. Cairan albumin ini pun tidak sembarangan dilakukan, ia harus sesuai dengan petunjuk dokter atau petugas medis. Dan albumin ini pun hanya tersedia dalam bentuk cairan infus.

Peringatan

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum menggunakan albumin, hati-hati:

  1. Bagi wanita hamil dan menyusui boleh mendapatkan terapi albumin sesuai dengan resep dan anjuran dokter.
  2. Bagi Anda yang memiliki penyakit seperti gagal jantung kongestif, edem paru, anemia, gangguan ginjal, sirosis hipatis kronis, hipoproteinemia, dan nefrosis kronis.
  3. Albumin dapat menyebabkan alergi bagi beberapa orang, jika ada tanda dan gejala alergi terhadap albumin, segera hubungi dokter.

Dosis anjuran albumin

Dosis yang dianjurkan untuk terapi albumin harus sesuai dengan kondisi penyakit dan kesehatan.

Cara menggunakan albumin

Cara menggunakan terapi albumin harus sesuai dengan kondisi kesehatan, jadi Anda yang memerlukan terapi albumin harus memeriksakan diri terlebih dahulu, kemudian dosis yang tepat akan diberikan.

Albumin harus diperiksa tanggal kada luarsanya dan juga jika ada perubahan warna cairan albumin, ada raki, atau kemasannya tidak layak, maka jangan menggunakan albumin tersebut. Mintalah pada petugas medis untuk memberikan albumin yang baru.

Efek samping albumin

Sama dengan semua obat kimia lainnya, albumin juga memiliki efek samping yang mesti diwaspadai. Adapun efek samping yang mungkin muncul pada berbagai orang adalah sebagai berikut:

1. Urtikaria

Urtikaria adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya benjolan-benjolan kemerahan yang gatal di kulit. Urtikaria ini terjadi karena ada cairan yang masuk ke dalam pembuluh darah dan menstimulasi respon alergi.

2. Demam

Demam dapat terjadi setelah mendapatkan terapi albumin karena demam merupakan respon tubuh untuk melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, termasuk albumin jika sistem imun menandainya sebagai ancaman bagi tubuh.

3. Haus

Kadar albumin yang tinggi di dalam pembuluh darah akan menyebabkan tekanan osmotik menjadi meningkat, akibatnya cairan di dalam sel menjadi tertarik ke dalam pembuluh darah, dan inilah yang menyebabkan seseorang menjadi merasa haus.

4. Meningkatnya tekanan darah

Tekanan darah dapat meningkat jika cairan di dalam pembuluh darah terlampau banyak karena ditarik oleh albumin. Jadi hampir semua orang yang menjalani terapi albumin mengalami peningkatan tekanan darah.

5. Mual dan muntah

Efek samping yang paling sering terjadi pada beberapa obat adalah mual dan muntah, ini kemungkinana karena seseorang merasa tidak nyaman dengan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Nah itulah beberapa informasi mengenai terapi albumin. Albumin ini merupakan pengobatan yang hanya boleh dilakukan oleh kalangan medis, dan jangan pernah mencoba melakukannya sendiri tanpa petunjuk dari dokter.