Anda Kemungkinan Besar Menyebarkan Kuman ke Teman Kos Anda Melalui Cara Ini

Anda Kemungkinan Besar Menyebarkan Kuman ke Teman Kos Anda Melalui Cara Ini

Setidaknya ada 800 spesies mikroorganisme atau kuman yang hidup di dalam mulut setiap orang. Kuman-kuman tersebut adalah bakteri Streptokokus, Rothia, Neisseria, dan Prevotella. Setiap kali bersin dan semburan kecil dari air liur (muncrat), organisme super kecil ini bisa keluar dari mulut dan mampu berjalan hingga 762 meter.

Baca juga: Peran Mulut Untuk Pencernaan Makanan

Beberapa tahun silam, para ilmuwan telah mencurigai bahwa genetik manusia bertanggungjawab dalam pembentukan kuman di mulut manusia. Namun ada sebuah riset terbaru yang telah dipublikasikan di jurnal mBio yang menyanggah teori tersebut. Malahan campuran mikroorganisme yang hidup di mulut manusia ditentukan oleh lingkungan.

Konsekuensinya, kesehatan anak-anak kosan atau anak-anak yang tinggal di asrama kemungkinan besar terkena dampaknya.

Adam Roberts dan Andrew Smith, beserta dengan jajarannya, telah menganalisa sampel DNA dan sampel air ludah dari keluarga Yahudi Ashkenazi yang tinggal di pemukiman lebih dari 4 kota di 3 benua, serta sampel air liur dan sampel DNA dari individu yang tidak berkaitan.

Andrew Smith, seorang ahli imun dari University College London, telah mengetahui dengan pasti data Ashkenazi yang telah digunakan dalam studi. Karena semua individu merupakan keluarga ortodoks Yahudi Ashkenazi. Semua hasil penelitian tersebut memberikan kemudahan untuk menginvestigasi peran genetik dengan lingkungan dalam pembentukan kuman di mulut.

Para ilmuwan telah mengurutkan DNA bakteri di sampel air liur dari 157 keluarga, dan juga 27 keluarga yang tidak terkait dengan ras Ashkenazi. Kemudian mereka membandingkan berbagai faktor (rumah tangga, kota, umur, dan keterkaitan genetik) untuk mengetahui apa yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kuman mulut. Jadi, yang benar-benar menentukan kuman di dalam mulut seseorang adalah lingkungan rumah.

Kuman di mulut ditentukan oleh lingkungan

Banyak orang yang sangat terkejut dengan penelitian ini, mereka kemudian sadar akan adanya percikan-percikan kecil dari air liur, meskipun orang-orang dalam satu rumah sangat rajin cuci tangan.

“Aktivitas tertentu biasanya memungkinkan adanya kontak antara tangan dan mulut, “ kata Roberts, seorang dosen antimicrobial chemotherapy dan Resistance dari Liverpool School of Tropical Medicine.

Robert juga menambahkan bahwa hanya dengan makan snack atau minum minuman (dan menyentuh ujung cangkir bekas bibir) mampu memindahkan air liur ke tangan dan objek lain yang bersentuhan.

Smith juga mengatakan bahwa menggosok gigi akan memindahkan airi liur dari sikat gigi ke tangan dan aktivitas menutup mulut ketika batuk, bersin, dan pada momen tertentu juga akan memindahkan air liur ke tangan secara tidak disadari.

Ia dan koleganya menemukan bahwa pasangan suami istri, orangtua, dan anak kecil 10 tahun yang tinggal dalam satu rumah memiliki mikroorganisme mulut yang sangat mirip. Mudah bagi para ilmuwan bagaimana melihat tim peneliti terlebih dahulu melalui genetik yang bisa memberikan gambaran mikroorganisme dalam mulut manusia. Keluarga, anak kosan atau asrama cenderung memiliki kontak satu sama lain, bahkan juga biasa berbagi objek seperti gagang pintu, keyboard komputer, remot TV, bahkan handuk dan gelas piring.

Orang lain seperti tamu pun bisa menyentuh objek-objek ini, hal ini tentunya akan sangat mudah sekali bagi mikoorganisme berpindah tempat.

Anak-anak berumur kurang dari 10 tahun dalam penelitian ini juga ditemukan adanya kemiripan bakteri mulut dengan orangtuanya dibandingkan dengan teman sebayanya. Kemungkinan besar ini karena anak-anak tinggal di rumah orangtuanya.

Penulis jurnal Liam Shaw dari University College London mengatakan bahwa pembentukan kuman mulut sebelumnya mempengaruhi jumlah dan keragaman mikroorganisme mulut dalam jangka waktu lama.

“Mikroorganisme mulut mampu bertahan lama. Bahkan setelah pemberian antibiotik, mikroorganisme ini sangat bandel dan kembali ke kondisi semula dengan sangat cepat.” Kata Shaw.

Mikroorganisme mulut mampu menyeimbangkan lingkungan, bahkan ia mampu beradaptasi dengan perubahan.

Smith mengatakan, “Sejak lahir hingga masa kanak-kanak, seseorang akan mengembangkan respon imun adaptif terhadap berbagai kuman, makanan, dan antigen lingkungan. Adaptasi ini juga mengembangkan mikroorganisme yang sangat kuat sebagai bentuk dari simbiosis mutualisme antara manusia dengan mikroorganisme mulut.

Bakteri yang mampu menyebabkan penyakit secara jelas dapat ditoleransi dalam tubuh manusia. Dan beberapa rantai bakteri sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Banyak studi mengindikasikan bahwa bakteri yang dilemahkan (sebagai bakteri yang melawan penyakit dalam imunisasi) sangat penting bagi kesehatan. Sudah menjadi kenyataan bahwa koloni organisme di tubuh manusia tidak hanya ada di mulut, namun juga di kulit dan usus. Mikroorganisme mulut dan usus sangatlah berbeda satu sama lain.

Sebuah koloni mikroorganisme mampu berkomunikasi.

“Mungkin kuman sangat menular, itulah kenapa kami meneliti kemiripan kuman ini dalam lingkungan keluarga. Jika Anda mampu meningkatkan mikroorganisme sehat untuk melawan penyakit karena perilaku tak sehat sebagai contohnya, jadi ini akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga.

Smith menambahkan bahwa memperhatikan kesehatan mulut bermanfaat bagi kesehatan seluruh anggota keluarga, tidak hanya kesehatan diri Anda sendiri.

Meskipun faktor lingkungan lebih berpengaruh dalam pembentukan mikroorganisme mulut dibandingkan DNA. Para ilmuwan telah menemukan bahwa faktor genetik hanya berpengaruh pada kelangsungan hidup mikroorganisme mulut, sebagai contohnya adalah produksi mukus atau produksi air liur. Bukan mikroorganismenya.

Perbedaannya air liur adalah system terbuka yang artinya kontak lingkungan sangat berpengaruh.

Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab mengenai hubungan antara air liur dengan kesehatan.

Smith sedang menginvestigasi manfaat potensial dari pengobatan antibiotik penyakit radang mulut. Dalam proyek yang berbeda, Robert juga sedang mempelajari peran bakteri mulut sebagai sumber resistensi gen antimikroba yang diperlukan patogen untuk menyebar di seluruh rongga mulut.